Gejala stress yang biasa terjadi

By | September 30, 2017

Apa saja tanda gejala stress yang biasa terjadi, gejala stress berat dan apa gejala stress tingkat tinggi? ini adalah pertanyaan yang sering di tanyakan tentang gejala stres. Setiap orang bereaksi terhadap stres dengan cara yang berbeda. Namun, ada beberapa gejala umum yang mudah di kenali. Sebenarnya, orang yang menderita stres dapat dikenali dari tanda-tanda fisik atau gejala luar yang dapat kita lihat misalnya saja seperti berikut ini.

Gejala stress yang biasa terjadi

  • Menggigiti kuku
  • Mengepalkan tangan
  • Merapatkan rahang
  • Mengetuk-ngetukan jari pada kursi atau meja
  • Mengetuk-ngetukan kaki ke lantai
  • Mengerotkan gigi saat tidur
  • Bernapas pendek-pendek
  • Hilang nafsu makan
  • Tidur terlalu lama
  • Susah tidur
  • Dan lain-lain

Gejala stress yang biasa terjadiKita bisa mengalami banyak atau beberapa saja dari gejala-gejala itu, tergantung pada kecendrungan stres masing-masing.
Apabila stres tidak diatasi dan belangsung berkepanjangan, akan menimbulkan gangguan atau penyakit fisik, perlu diketahui, 80% penyakit yang menyerang kita disebabkan oleh stres. Dalam dunia kedokteran jiwa, penyakit yang diakibatkan oleh stres disebut psikosomatis. Penyakit itu misalnya asma, eksim, sakit punggung, gangguan pada pencernaan, tukak lambung, diare lalu sakit kepala, migren radang tulang belakang, hipertensi, radang sendi, rematik, kencing manis, ketegangan otot, obesitas, anoreksia nervosa (hilangnya nafsu makan, sering terjadi pada remaja perempuan), dan berbagai gangguan mental lainnya.

Jenis penyakit apa yang akan diderita seseorang itu tergantung pada titik lemah yang dimiliki tubuhnya. Jika titik lemah orang yang bersangkutan itu ada di lambungnya, maka lambung itulah yang akan menjadi sasaran untuk diserang.

Stress berpengaruh pada fisik dan emosi

Selain mempengaruhi fisik dan emosi, stres yang tak tertangani dapat pula mempengaruhi perilaku. Orang yang mengalami stres lebih punya kecendrungan untuk berperilaku tidak sehat seperti minum-minuman beralkohol berlebihan (mabuk), mengonsumsi narkoba, dan merokok dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami stres. Mirip lingkaran setan, perilaku ini lebih lanjut akan memperparah gejala stres yang pada gilirannya akan mendorong perilaku itu menjadi makin tidak sehat.
Siapa yang rentan terhadap ancaman stres memang belum ada standarnya.

Berat ringannya stres dalam kehidupan kita sangat individual sifatnya. Hal ini tergantung misanya pada kondisi kesehatan fisik kita. Kualitas hubungan interpersonal kita, besarnya tanggung jawab yang ada di pundak kita, dan tingkat ketergantungan orang lain pada kita.

Meski demikian, terhadap tingkat kerentanan itu bisa dibuat patokan umum. Orang-orang yang memiliki jaringan social yang luas disebut-sebut memiliki kerentanan yang rendah terhadap stres, kesehatan mentalnya yang lebih baik ketimbang mereka yang hubungan sosialnya sempit. Mereka yang asupan gizinya rendah, kurang tidur atau menderita sakit memiliki kemampuan yang rendah untuk mengatasi stres dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu agar tahan terhadap ancaman stres, sikapilah hidup ini dengan cara pandang yang positif, terapkan pola atau gaya hidup sehat dengan sering berolahraga, tidak minum-minuman beralkohol secara berlebihan, tidak merokok, terapkan pola makan dengan gizi seimbang, perluas hubungan social anda, dan tingkatkan kualitas hubungan interpersonal anda.

Mungkin diatara kita sering mengalami gejala stress yang sering terjadi hampir setiap saat. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, mulailah move on bangkit dari keterpurukan. Tugas kita adalah berusaha untuk melewati masalah tersebut, jadi masalah hidup yang datang harus menguatkan kita bukan melemahkan kita.

gejala stres tingkat tinggi, tanda dan gejala stress,

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *